EFI


AFR (AIR FUEL RATIO) / PERBANDINGAN UDARA DAN BAHAN BAKAR


EFI menghasilkan AFR yang lebih baik, cepat dan akurat dibandingkan dengan karburator
AFR pada putaran Idle  1 : 12 atau 13, sebelum putaran Idle adalah putaran Cranking/Start
AFR pada putaran Cranking/Start      1 : 5  (Temp. Dingin)
                                                            1 : 7 (Temp. Normal) 27⁰C
                                                            1 : 1 (Temp. Beku/Salju)
AFR pada Acceleration Power/beban                   1 : 8 atau 10
AFR pada putaran Ekonomis/tanpa beban            1 : 16 atau 18

Campuran Gemuk   1 : 1  sampai 1 : 7 atau 8,   Campuran gemuk maksimal 1 : 6
Campuran Kurus     1 : 16 sampai 18,  Campuran kurus maksimal  1 : 20  (mesin dapat hidup,    tapi tanpa tenaga).
Saat mobil dihidupkan otomatis rpm naik untuk menaikkan panas, lalu turun dengan sendirinya sampai suara terhalus, putaran diatur oleh ECU melalui ISC (Idle Speed Control).
Apa itu emisi gas buang ? Hasil dari Suatu proses pembakaran yang terjadi dalam mesin, dengan sistem EFI maka,

-          Emisi gas buang rendah
-          Hemat bahan bakar
-          Tenaga mesin lebih optimal

3 Komponen EFI
1.      Sensor / Sinyal
2.      ECU / ECM (Engine Control Unit / Engine Control Modul)
3.      Actuator (ISC, Injektor dll)
Typical EFI System
EFI ada dua tipe, yaitu tipe D - EFI dan tipe L – EFI.
Mobil – mobil sekarang banyak memakai D-EFI, karena menggunakan MAP (Manifold Absolute Pressure) kelebihannya adalah :
1. Pressure sensor kecil
2. Sederhana bentuknya
3. Resiko kerusakan kecil, awet dan murah

Sedangkan tipe L-EFI menggunakan Airflow meter.

Type D-EFI
            Posisi MAP setelah Throttle Valve yaitu pada Intake Manifold, setelah memberikan tekanan maka semua data mesin masuk ke ECU, ECU menyuruh Injektor sebagai Actuator untuk membuka, pada saat itu bahan bakar sudah stanby.

Type L-EFI
            Posisi Airflow meter sebelum throttle Valve, setelah dideteksi oleh airflow meter lalu data masuk ke ECU, diolah untuk memerintahkan injector membuka, lalu masuk ke intake manifold,  campur dengan bahan bakar, lalu masuk keruang bakar.
Data AFR (Air Fuel Ratio) ditentukan oleh TPS, MAP, AIRFLOW Sensor, sedangkan sensor yang lain hanya sebagai sensor pendukung, diantaranya adalah, CKP ( Crankshaft Position Sensor)/Poros engkol dan CMP ( Camshaft Sensor )

Sistem Aliran Udara pada EFI

Udara masuk melalui saringan lalu ke airflow meter ( yang berfungsi mendeteksi aliran udara yang masuk ), lalu masuk ke throttle body. Pada throttle body terdapat bypass udara yang berfungsi mengalirkan udara saat pedal gas belum diinjak / saat throttle tertutup penuh.

Lalu udara masuk ke intake chamber yang berfungsi untuk menyamakan tekanan udara sebelum dikirim ke masing-masing manifold, agar jumlah yang dikirim ke masing-masing silinder jumlahnya sama. Lalu mengalir ke intake manifold dan mengalir ke ruang bakar, setelah udara masuk maka disensor oleh IAT (Intake Air Temperature), kenapa perlu dideteksi temperaturnya ? karena udara yang temperaturnya panas / hangat,  jarak antar molekul udara renggang, jika temperature dingin, jarak antar molekul udara rapat, maka bisa disimpulkan
Pada temperature panas udara yang masuk sedikit  (campuran gemuk)
Pada temperature dingin udara yang masuk banyak (campuran kurus)
Sehingga keduanya berpengaruh pada AFR (Air Fuel Ratio)



Komentar